Gelar Wisuda Program Sarjana Angkatan VIII, STAI Sunan Pandanaran Meluluskan 207 Wisudawan, 18 Hafal Al-Qur’an 30 Juz bilhifdzi
Pada hari Sabtu tanggal 21 September 2024 Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran Yogyakarta menggelar Acara Wisuda Sarjana VIII. Wisuda dilaksanakan di Hall Al Jauharoh, Komplek 3 Purei, Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta. Jumlah mahasiswa yang di wisuda sebanyak 207 orang berasal dari 5 Program Studi yaitu Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 61 wisudawan, Pendidikan Bahasa Arab sebanyak 42 wisudawan, Komunikasi dan Penyiaran Islam sebanyak 21 wisudawan, Ilmu Tasawuf sebanyak 31 wisudawan dan Ilmu Alqur an dan Tafsir sebanyak 52 wisudawan.
Wisudawan dihadiri oleh anggota senat Yogyakarta antara lain Prof. Dr. Gunadi, M.sc., Ak, Dr. KH.Imaduddin Sukamta, Dr. Rima Ronika, M.Si, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, M.A, dan H. Muhammad Nahdy, M.Pd.
Dalam wisuda ini sebanyak 137 wisudawan meraih predikat dengan pujian (cumlaude) atau sekitar 66 % dari jumlah wisudawan. Peraih wisudawan terbaik adalah Andri Hermawan, S.Ag dari Program studi Ilmu Tasawuf dengan Indek Prestasi 3,92 dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) adalah Ulya Ainur Azizah dengan IPK 3,91, dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab adalah Antin Lestari dengan IPK 3,89, dari program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah Putri Wulandari IPK 3,81 dan dari Program Studi Ilmu Alqur an dan Tafsir adalah Muhammad Fatahillah dengan IPK 3,84. Dalam Wisuda ini, STAI Sunan Pandanaran juga meluluskan 18 Wisudawan/I yang telah menghatamkan AlQur’an 30 Juz Bilhifdzi.
Dalam Sambutanya Ketua STAI Sunan Pandanaran Dr. KH Imaduddin Sukamta MA menyampaikan pesan kepada para wisudawan dan wisudawati ketika akan berkiprah di masyarakat, antara lain
Pertama : Jangan merasa lemah (merasa tidak dapat berprestasi) dan jangan malas untuk menjadi orang yang berprestasi
Kedua: bersemangat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, dan jauhi hal-hal yang tak ada manfaatnya dalam hidup ini.
Ketiga: berdo’alah kepada Allah, karena do’a itu adalah senjata orang yang beriman. Jangan merasa lemah, karena Allah Maha Kuasa untuk membuat orang yang lemah menjadi kuat, yang bodoh menjadi pintar. Kalau kita yakin bahwa Allah SWT Maha Kuasa, maka jangan merasa lemah, asalkan mau berusaha dan berdoa kepada Yang maha Kuasa.
Ketua STAI Sunan Pandanaran juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi -tingginya atas bantuan dari segala pihak atau upaya perubahan bentuk Sekolah Tinggi menjadi Institut, dimana dalam prosesnya telah dilakukan Asesmen Lapangan Perubahan Bentuk pada 05 September 2024 yang lalu. STAI Sunan Pandanaran siap untuk bertransformasu menjadi Istitut Study AlQur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandananran.
Sambutan dari Kopertais III yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Dr. Moh Soehada, S.Sos, M.Hum selaku Sekretaris Koordinator Kopertais III Wilayah DIY antara lain untuk terus mengembangkan prestasinya khususnya dalam penguatan kelembagaan pengembangan dunia dakwah kepada masyarakat. Dalam hal ini STAI Sunan Pandanaran dianggap telah dinilai cukup dan layak untuk beubah bentuk menjadi institut. Selain itu, untuk pengembangan kelembagaan disarankan agar kedepan institusi juga dapat membuka program pasca sarjana mengingat SDM yang telah memenuhi syarat yang dimiliki. Sambutan dari Bapak Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran yaitu bapak Dr. KH. Mu’tashim Billah S.Q., M.Pd.I beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya yaitu ada dua cara agar menjadi anak yang sholih sholihah yaitu dengan cara ikhtiyar lahiriyah dan ikhtiyar bathiniyah. Dalam acara wisuda ini dihadiri kurang lebih 1000 orang yang terdiri dari para wisudawan, civitas akademika, dan anggota keluarga wisudawan dari seluruh penjuru Indonesia. Acara ditutup oleh Ketua Senat, Bapak Prof. Dr. Gunadi, M.Sc, Ak.