PTKIS dibawah Kopertais Wilayah XIV Mataram Lombok Laksanakan Studi Tiru ke STAI Terpadu Yogyakarta, Bahas Penguatan Tri Dharma dan Strategi Pengembangan Kampus

PTKIS di bawah Binaan Kopertais Wilayah XIV Mataram Lombok Laksanakan Studi Tiru ke STAI Terpadu Yogyakarta, Bahas Penguatan Tri Dharma dan Strategi Pengembangan Kampus

STAI Terpadu Yogyakarta menerima kunjungan Studi Tiru dari Kopertais Wilayah XIV Mataram, Lombok, pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Tim Kopertais Wilayah III Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), oleh Prof. Dr. Mahmud Arif selaku Sekretaris Koordinator (SekKor) Kopertais Wilayah III DIY dan Mardi Riyanto, S.Kom., MM serta Tika Uswatun, S.E.

Tim KOPERTAIS XIV Mataram : Didik Dzikriadi, S.E., M.AP., Sitira Novitasari, S.Ak., M.E., dan Ambar Faruk, S.Kom., M.Sos., selain itu hadir pula Perwakilaan PTKIS KOPERTAIS XIV Mataram : Bayu Islam Assasaki, S.S., M.Hum. selaku Rektor Institut Studi Islam Sunan Doe dan Muhammad Zaini Khalid, S.H., M.H., selaku Dosen Prodi HKI STIS Haji Abdul Rasyid Lombok Tengah NTB.

Kunjungan tersebut disambut oleh Dr. Rz. Ricky Satria Wiranata, M.Pd., selaku Plh, Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, bersama para ketua dan sekretaris program studi (Kaprodi & Sekprodi) Diningrum Citraningsih, M.S.I. dan Ratri Nuria, M.Pd. dari Prodi MPI, Nadia Cahaya Amanda, M.Sos, Sekprodi MD serta Dr. Rubini, M.Pd.I. selaku Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM). Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan serta meningkatkan mutu pengelolaan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dalam kegiatan ini, kedua pihak berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai gambaran umum, tata kelola, serta strategi pengembangan kampus masing-masing. Diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan untuk menggali praktik-praktik baik yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik setiap perguruan tinggi.

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya peluang kerja sama dalam berbagai bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pengembangan akademik maupun peningkatan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Selain itu, diskusi juga membahas strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), termasuk upaya meningkatkan daya tarik perguruan tinggi, memperluas jangkauan promosi, serta mengembangkan strategi penerimaan mahasiswa yang adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat. Aspek pengembangan sumber daya manusia, khususnya jenjang karier dosen, turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

Pertukaran pengalaman mengenai jenjang karier dosen menjadi bagian penting dari pembahasan, mengingat pengembangan kompetensi, peningkatan kualifikasi akademik, jabatan akademik, serta produktivitas tridharma merupakan unsur penting dalam mendukung kemajuan institusi dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Plh. Ketua STAI Terpadu Yogyakarta, Dr. Rz. Ricky Satria Wiranata, M.Pd., menyambut baik kegiatan studi tiru ini sebagai kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun sinergi antarlembaga. Melalui forum semacam ini, perguruan tinggi dapat memperoleh perspektif baru dalam menghadapi tantangan pengelolaan dan pengembangan institusi.

Sementara itu, kehadiran Prof. Dr. Mahmud Arif selaku SekKor Kopertais Wilayah III DIY turut memperkuat suasana dialog dan pertukaran gagasan antara perguruan tinggi dan unsur koordinasi perguruan tinggi keagamaan Islam di wilayah DIY.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Sinergi dalam bidang Tri Dharma, penguatan strategi PMB, peningkatan mutu tata kelola, serta pengembangan karier dosen menjadi peluang strategis untuk mendorong kemajuan perguruan tinggi secara bersama-sama.

Melalui kegiatan ini, STAI Terpadu Yogyakarta menegaskan pentingnya membangun budaya kolaborasi, keterbukaan, dan pembelajaran antarlembaga sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi umat dan masyarakat